” Gastritis Atau Maag “

Oleh : Ahmad Rifa’i, S.Kep, Ns

Halo Masyarakat Sehat? Bagaimana Kabarnya Saat Ini? Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan ya? Karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

Sahabat? Penyakit gastritis atau yang dikenal dimasyarakat luas dengan sebutan maag merupakan suatu penyakit yang seringkali dianggap penyakit ringan. Padahal penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang termasuk kedalam kategori penyakit yang dapat menyebabkan kanker bahkan kematian apabila saat seorang individu menderita penyakit ini tidak segera dilakukan tindakan pengobatan atau tidak melakukan tindakan pengobatan secara tepat. Hampir semua kalangan usia, baik usia muda maupun tua baik yang berjenis kelamin laki – laki maupun perempuan beresiko bahkan sudah pernah / menderita penyakit ini secara akut maupun kronis.

Menurut Departemen Kesehatan RI ( 2011 ) berdasarkan data dari World Health Organization ( WHO ) bahwa Indonesia berada pada urutan ke – 4 menurut banyaknya jumlah penderita gastritis setelah Amerika Serikat, Inggris dan Banglades dengan jumlah penderita gastritis di Indonesia sebanyak 430 juta penderita. Sedangkan di level Negara – negara asia sendiri Indonesia berada pada urutan ke – 3 setelah negara India dan Thailand dengan jumlah penderita gastritis di Indonesia sebanyak 123 ribu penderita. Dan di Indonesia sendiri, kota yang penduduknya paling banyak menderita penyakit gastritis ialah kota jakarta yakni sebanyak 25 ribu penduduk kota jakarta menderita penyakit gastritis dan pemicunya yaitu dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang padat yang berpotensi gila kerja sehingga mengakibatkan pola makan tidak teratur yang dapat menyebabkan seseorang menderita penyakit gastritis. ( Pia, 2012).

Baca Juga : Gout Atau Asam Urat

Penyakit gastritis atau maag adalah suatu penyakit dimana adanya luka atau lecet pada mukosa ( Selaput lendir ) lambung ( Mansyoer, 2005 ). Gastritis atau dikenal dengan sakit maag merupakan peradangan dari mukosa ( Selaput lendir )  lambung yang disebabkan oleh faktor iritasi dan infeksi ( Wijoyo, 2009 ). Gastritis adalah suatu peradangan mukosa ( Selaput lendir )  lambung yang bersifat akut, kronik, difus atau lokal, dengan karakteristik anoreksia ( Keadaan hilangnya selera makan ), perasaan penuh diperut ( tengah ), tidak nyaman pada epigastrium ( Bagian abdomen yang terletak didaerah lambung ), mual, dan muntah (Ardiansyah, 2012).

Adapun faktor yang menyebabkan seseorang menderita penyakit gastritis atau maag, dalam beberapa literatur ( sumber / rujukan ) dari hasil penelitian yang dibaca dapat disimpulkan ada 3 faktor utama yang bisa menyebabkan seseorang menderita gastritis yaitu :

  1. Faktor pola makan tidak teratur
    Penyakit Gastritis atau maag adalah suatu penyakit yang diakibatkan oleh produksi asam lambung yang berlebihan. Salah satu penyebab utama meningkatnya asam lambung menurut Shulfany ( 2011 ) adalah pola makan yang tidak teratur. Makanan atau minuman yang dikonsumsi dan masuk ke dalam lambung berfungsi mengurangi kepekatan asam lambung sehingga asam lambung tidak sampai menggerogoti lambung. Dan perubahan pola makan sendiri menurut Misnadiarly ( 2009 ) meliputi tidak teraturnya waktu makan, frekuensi makan, jenis makanan, dan porsi makanan yang dimakan. Bicara pola makan yang baik yang dianjurkan ialah pola makan yang sumbangan energinya sekitar 60 – 70 % berasal dari karbohidrat, 15 – 20 % berasal dari protein dan 20 – 30 % berasal dari lemak, disamping cukup vitamin, mineral dan serat. Ada 3 periode pola makan yang harus diterapkan dalam keseharian yakni makan pagi ( sarapan ), makan siang dan makan malam. [ Diet Sehat Dengan Kalori Seimbang : @germas @cerdik ]
  2. Faktor Stress
    Stres merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh. Stres yang tidak dikelola dengan baik bisa memberikan efek negatif terhadap kesehatan kita salah satunya kesehatan pada sistem pencernaan kita. Menurut Losyk ( 2007 ) ketika seorang individu dilanda stres berat, kelenjar liur dapat menghentikan aliran air liur atau dalam kasus lain mengalirkannya berlebihan yang kemudian lambung meningkatkan asamnya sehingga menimbulkan zat asam, rasa mual dan luka. [ Kelola Stres Dengan Baik : @germas @cerdik ]
  3. Pengaruh obat – obatan
    Menurut Yulikustan ( 2013 ) konsumsi obat – obatan yang dapat mempengaruhi terjadinya gastritis ialah golongan obat NSIADs seperti Aspirin, Ibuprofen, Naproxen dan Piroxicam yang dapat menyebabkan peradangan pada lambung dengan cara mengurangi prostaglandin yang bertugas melindungi dinding lambung. Jika pemakaiannya hanya sekali, kemungkinan terjadinya masalah pada lambung akan kecil. Tapi jika pemakaiannya dilakukan secara terus menerus salah satu akibatnya akan menyebabkan gastritis. [ Gunakan Obat Secara Tepat, Baca Informasi Dengan Cermat : Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat @gemacermat @germas ]

Sedangkan penyebab lainnya yang bisa menyebabkan penyakit gastritis atau maag ialah pola tidur tidak teratur, konsumsi minuman keras, kebiasaan menyantap makanan yang terlalu pedas atau masam.

Baca Juga : Gout Atau Asam Urat

Untuk gejala penyakit gastritis atau maag sendiri menurut anies ( 2016 ) diantaranya; sakit saat buang air besar, mual dan muntah, sering merasa lapar, perut kembung, nyeri yang terasa perih pada perut dan dada, sering bersendawa.

Dan untuk pencegahan penyakit gastritis atau maag senidiri ada 8 cara yang bisa dilakukan untuk kita terhindar dari penyakit gastritis menurut Anies ( 2016 ), diantaranya :

  1. Mengatur pola makan
  2. Olah raga teratur.
  3. Hindari makanan berlemak tinggi yang menghambat pengosongan isi lambung seperti coklat, keju, dan lain – lain.
  4. Hindari mengkonsumsi makanan yang menimbulkan gas dilambung antara lain seperti kubis, kentang melon, semangka dan lain – lain.
  5. Hindari konsumsi makanan yang terlalu pedas.
  6. Hindari minuman yang mengandung kafein maupun alkohol, dan kurangi rokok.
  7. Hindari obat yang mengiritasi dinding lambung.
  8. Kelola stres psikis sebaik mungkin.

Baca Juga : Gout Atau Asam Urat

Itulah sedikit bahasan yang bisa saya bagikan pada kesempatan kali ini tentang Gastritis atau yang biasa kita kenal dengan istilah maag. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.

Tulisan Ini Hanya Sebagai Informasi Semata Bukan Untuk Nasihat Medis, Diagnosis Medis & Pengobatan Medis. Untuk Informasi Lebih Lanjut Terkait Masalah Kesehatan Anda Beserta Solusi Terbaiknya Silahkan Konsultasikan Dengan Tenaga Kesehatan Kepercayaan Anda.

Pertanyaan :

  1. Sudahkah anda mengatur pola makan anda dengan baik?

Daftar Pustaka :

Anies. (2016). Ensiklopedia Penyakit. Yogyakarta : PT. KANISIUS

Rosdiana, A.R. (N.Y). Kamus Keperawatan. Bandung: Pramedia.

Megawati, Andai, & Hasna Nosi. 2014. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian gastritis pada pasien yang dirawat di RSUD labuang Baji Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnsis. 4 ( 6 ) : 713 – 715 diakses dari https://goo.gl/8Ra59H

Pia, Maria Magdalena. 2012. Hubungan Pola Makan dan Tingkat Stres Dengan Kejadian Gastritis Pada Mahasiswa S1 Keperawatan Semester VI STIKes Surabaya. Jurnal InfoKes STIKes Surabaya. 3 ( 1 ) : 1 – 2 diakses dari https://goo.gl/kcWYMp

Hartati, Sri dkk. 2014. Hubungan Pola Makan Dengan Resiko Gastritis Pada Mahasiswa Yang Menjalani Sistem KBK. JOM PSIK. 1 ( 2 ). : Chap 1 diakses dari https://goo.gl/STsKt3

Sumber Gambar : images.google.co.id

Yuk Bersama Wujudkan Gerakan Masyarakat Sehat Dengan Perilaku C.E.R.D.I.K :

  1. Cek Kesehatan Secara Berkala
  2. Enyahkan Asap Rokok
  3. Rajin Aktifitas Fisik
  4. Diet Sehat Dengan Kalori Seimbang
  5. Istirahat Yang Cukup
  6. Kelola Stress Dengan Baik

#KementerianKesehatanRI
#DirektoratP2PTMKemenKesRI
#GerakanMasyarakatSehat
#GERMAS
#DukungGERMAS
#RelawanGERMAS
#CERDIK
#CegahPTM
#AhmadRifaiSKepNs_RelawanGERMAS
#Artikel_Kesehatan
#Artikel_Kesehatan_004
#Artikel_Gastritis
#Artikel_Gastritis_001

Sabtu, 26 Mei 2018

Ahmad Rifa’i, S.Kep, Ns