” Gout Atau Asam Urat “

Oleh : Ahmad Rifa’i, S.Kep, Ns

Halo Masyarakat Sehat? Bagaimana Kabarnya Saat Ini? Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan ya? Karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

Menigkatnya frekuensi penyakit tidak menular di masyarakat menjadikan lembaga maupun perorangan dibidang kesehatan harus bisa memberikan perhatian lebih baik, baik perhatian secara promotif maupun preventif. Perubahan gaya hidup adalah salah satu penyebab seorang indvidu beresiko menderita suatu penyakit. Mempelajari dan membandingkan gaya hidup masyarakat saat ini dengan gaya hidup masyarakat dulu merupakan salah satu PR bagi lembaga maupun perorangan dibidang kesehatan untuk bisa dijadikan bahan inovasi dalam hal penyuluhan kesehatan.

Penyakit Gout atau yang dikenal dimasyarakat luas dengan istilah penyakit asam urat menjadi salah satu penyakit tidak menular yang saat ini memerlukan perhatian lebih. Menurut Dalimarta ( 2008 ) Di Indonesia penyakit asam urat menduduki urutan kedua setelah penyakit osteoartritis dan 32% penyakit asam urat di Indonesia diderita oleh individu yang berusia di bawah 34 tahun sedangkan diluar negeri rata – rata penyakit asam urat diderita oleh individu yang berusia di atas 34 tahun.

Baca Juga : Gastritis Atau Maag

Seseorang dikatakan menderita penyakit asam urat ( gout ) apabila saat melakukan pemeriksaan kadar asam urat didapatkan hasil kadar asam urat didalam darahnya lebih dari 8,2 mg/dl pada laki – laki dan lebih dari 6,1 mg/dl pada perempuan. Hal ini disebabkan oleh ginjal yang mengalami gangguan dalam proses pembuangan kadar asam urat dalam jumlah yang banyak. Sehingga mengakibatkan kadar asam urat didalam darah melebihi batas normal. Kadar asam urat yang berada diatas nilai normal pada darah seseorang akan menyebabkan pengkristalan dan pengendapan kadar asam urat didalam persendian.

Secara definisi asam urat ( gout ) adalah penyakit kelainan metabolisme dimana terjadi produksi asam urat berlebihan atau penumpukan asam urat dalam tubuh secara berlebihan. Peningkatan produksi asam urat menyebabkan peradangan sendi dan pembengkakan sendi. Asam urat adalah zat hasil metabolisme purin dalam tubuh. Kadar asam urat dapat diketahui melalui hasil pemeriksaan darah dan urin. Kadar asam urat normal didalam darah pada laki-laki yaitu 3,6 – 8,2 mg/dl sedangkan pada perempuan yaitu 2,3 – 6,1 mg/dl ( Suiraoka, 2012 ). Dan pengertian asam urat menurut Kusmayanti dkk ( 2014 ) asam urat merupakan sisa hasil akhir dari metabolisme purin, baik yang berasal dari makanan yang dikonsumsi sehari – hari maupun yang berasal dari pemecahan protein tubuh ( sel tubuh yang rusak ). Penumpukan asam urat berlebihan di dalam tubuh bisa memicu gout yang merupakan penyakit arthritis ( radang sendi ). Gout adalah penyakit gangguan metabolisme purin dimana terjadi produksi asam urat berlebih ( Hiperurisemia ) sehingga terjadi penumpukan asam urat dalam tubuh secara berlebihan. Penumpukan asam urat akan menyebabkan radang disertai pembengkakan sendi ( biasanya lutut dan kaki ). Adanya peningkatan produksi asam urat sebagai sesuatu yang khas pada gout menyebabkan penyakit ini sering juga disebut sebagai penyakit ” Asam urat “. Gout lebih sering ditemukan pada pria dibanding wanita. Hal ini disebabkan secara alamiah pria memiliki kadar asam urat lebih tinggi dibanding wanita. Setelah akil balik pria lebih sering terserang gout, sedangkan pada wanita resiko terserang gout meningkat setelah masa menapouse.

Baca Juga : Gastritis Atau Maag

Ada beberapa gejala klinis yang dialami oleh seseorang yang menderita penyakit gout. Berikut ini beberapa gejala penyakit asam urat menurut anies ( 2016 ) :

  1. Pada waktu pagi yaitu pada saat bangun tidur dan pada waktu malam hari biasanya persendian terasa nyeri.
  2. Rasa nyeri pada sendi biasanya terjadi berulang kali.
  3. Tanda yang ditimbulkan seperti rasa nyeri dipersendian, linu, ngilu, kesemutan, membengkak dan meradang berwarna kemerah – merahan.
  4. Nyeri dipersendian biasanya terjadi dibagian seperti jari tangan, jari kaki, pergelangan tangan, siku, tumit dan lutut.
  5. Untuk kasus yang lebih parah persendian akan mengalami sakit saat mengalami pergerakan.
  6. Untuk penderita seperti diatas yakni yang menderita asam urat lebih parah, sebaiknya memeriksakan kadar asam urat dalam darah dilaboratorium untuk hasil yang lebih akurat.

Untuk faktor – faktor penyebab penyakit gout sendiri terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan penyakit gout diantaranya menurut Misnadiarly ( 2008 ) yaitu adanya gangguan metabolisme purin bawaan, kelainan pembawa sifat atau gen, kebiasaan pola makan berkadar purin tinggi, ( Seperti : daging, jeroan, kepiting, kerang, keju, kacang tanah, bayam, buncis ), penyakit ( seperti : leukimia atau kanker sel darah putih, kemoterapi, radioterapi. Dan menurut susianti dkk ( 2015 ) beberapa faktor yang dapat menyebabkan penyakit gout diantaranya adalah pola makan, penggunaan obat – obatan, konsumsi alkohol, konsumsi daging, konsumsi makanan dan minuman  tinggi akan kandungan fruktosa dan terakhir konsumsi minuman bir yang berdasarkan penilitian bisa meningkatkan resiko penyakit gout. Adapun penyebab lainnya yang menjadi faktor penyebab penyakit gout ialah usia dan obesitas.

Ada 4 tahapan penyakit gout menurut Kusumayanti ( 2014 ) yang perlu kita ketahui agar bisa melakukan tindakan pengobatan dengan tepat :

  1. Tahap Asimtomatik
    Tahap asimtomatik merupakan tahapan awal dari penyakit gout. Pada tahapan ini penderita biasanya tidak mengalami gejala yang spesifik yakni hanya adanya peningkatan kadar asam urat saja yang disertai dengan gejala arthritis dan tofu atau batu urat disaluran kemih. Jika pada tahapan ini penderita mengalami kelainan enzim, kelainan tersebut sebetulnya sudah timbul sejak lahir. Secara literatur tahapan ini akan dialami oleh individu sejak akil balik pada laki – laki dan pada wanita setelah masa menopause.
  2. Tahap Akut
    Pada tahapan akut, individu yang menderita penyakit gout akan mengalami serangan nyeri yang hebat dipersendian terutama pada bagian ibu jari kaki yang biasanya disertai dengan panas dan kemerahan. Serangan nyeri biasanya muncul mendadak dan terjadi dipertengahan malam menjelang pagi hari dan mencapai puncaknya setelah 24 jam. Pada tahapan ini biasanya kadar asam urat didalam darah tidak terlalu tinggi dan nyeri akan hilang dengan sendirinya setelah 10 hari.
  3. Tahap Interkritikal
    Tahapan interkritikal merupakan tahapan interval pada tahap asimtomatik dan tahap akut pada penyakit gout. Meskipun ada juga beberapa individu yang menderita penyakit gout pada tahapan asimkomatik maupun tahapan akut mengalami kesembuhan bukan berarti tidak ada individu yang mengalami kekambuhan lagi. Kekambuhan penyakit gout biasanya terjadi paling cepat setelah 6 – 12 bulan dan paling lama 5 – 10 tahun setelah individu yang menderita penyakit gout tahap asimtomatik dan akut mengalami kesembuhan. Pada saat individu tersebut mengalami kekambuhan biasanya serangan lebih berat dan lebih lama dari sebelumnya dan biasanya menyerang lebih dari satu persendian.
  4. Tahap Kronik
    Tahapan kronik merupakan tahapan akhir dari penyakit gout. Tahapan ini terjadi apabila penyakit diabakan oleh penderita. Pada tahapan ini biasanya ditandai dengan pembentukan tofu minimal jika kadar asam urat didalam darah berada pada nilai 10 – 11 mg/dl dan akan ditemukan tofu dibeberapa tempat seperti pada tulang rawan, tendon, jaringan lemak dan lainnya jika kadar asam urat didalam darah melebihi 11 mg/dl. Tofu yang besar akan mudah terlihat dan dapat menimbulkan kecacatan yang ditandai dengan kaku sendi dan penonjolan pada bagian sendi. Frekuensi serangan nyeri pada tahapan ini bisa terjadi 4 – 5 kali dalam satu tahun dan dapat berlangsung lama serta terus menerus.

Cara mencegah dan mengatasi penyakit gout menurut anies ( 2016 ) :

  1. Hindarilah konsumsi berlebih makanan yang dapat memicu terbentuknya asam urat seperti mengkonsumsi jeroan, makanan laut, makanan kaleng, telur, kuah daging kental, dan kaldu.
  2. Hindari konsumsi berlebihan buah – buahan yang dapat memicu asam urat seperti nanas, alpukat, durian dan air kelapa.
  3. Hindari konsumi berlebihan makanan seperti melinjo, emping, bayam, kangkung, asparagus, buncis, daun singkong, daun jambu, mete dan kembang kol.
  4. Makanlah buah – buahan dan sayuran seperti belimbing wuluh, buah naga, jahe, sawi putih, sawi hijau tomat dan serai yang bermanfaat untuk mengobati asam urat.
  5. Untuk individu yang memiliki berat badan berlebih dianjurkan untuk menurunkan berat badan karena biasanya asam urat cepat naik sedangkan pengeluarannya kurang.
  6. Perbanyak minum air putih karena dapat membantu mengeluarkan zat purin di dalam tubuh.
  7. Hindari minuman yang mengandung alkohol.
  8. Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin C misalnya seperti jeruk, strawberi dan pepaya.
  9. Konsumsi buah – buahan dan sayuran yang dapat mengobati asam urat seperti buah naga, belimbing wuluh, sawi putih, sawi hijau, tomat, jahe dan lain – lain.
  10. Makanlah makanan yang banyak mengandung kalium seperti pisang, yoghurt, dan kentang.
  11. Perbanyaklah konsumsi karbohidrat kompleks seperti roti, singkong, ubi dan nasi.
  12. Kurangi konsumsi permen, gula, sirup, arum manis, gulali.
  13. Hindari bekerja terlalu keras.
  14. Olah raga teratur.
  15. Konsumsi obat sesuai anjuran.

Pantrangan makanan bagi penderita penyakit asam urat ( gout ) menurut Anies ( 2016 ) :

  1. Makanan jeroan : Hati, otak, babat, ginjal, limpa, usus, dan paru – paru.
  2. Daging : Daging sapi, daging kuda dan daging kambing.
  3. Ekstak daging : Dendeng dan abon.
  4. Seafood : Kepiting, cumi – cumi, kerang, sotong, remis, ikan sarden, ikan teri, tiram dan udang.
  5. Unggas : Bebek, kalkun dan angsa.
  6. Makanan kaleng : Sarden, kornet sapi, dan lain – lain.
  7. Buah – buahan : Nanas dan durian.
  8. Sayuran : Bayam, buncis, kembang kol, jamur kuping, daun pepaya, daun singkong, kangkung, dan asparagus.
  9. Kacang – kacangan : Kacang tanah, tauge, kacang hijau, melinjo, emping, kacang kedelai, termasuk kacang olahan seperti tempe, susu kedelai, oncom dan tauco.
  10. Makanan gorengan, makanan yang dimasak dengan mentega atau margarin, dan makanan bersantan.
  11. Keju, kaldu, kuah daging yang kental, es krim, air kelapa dan telur.

Baca Juga : Gastritis Atau Maag

Itulah sedikit bahasan yang bisa saya bagikan pada kesempatan kali ini tentang gout atau yang biasa kita kenal dengan istilah ” Asam Urat “. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.

Tulisan Ini Hanya Sebagai Informasi Semata Bukan Untuk Nasihat Medis, Diagnosis Medis & Pengobatan Medis. Untuk Informasi Lebih Lanjut Terkait Masalah Kesehatan Anda Beserta Solusi Terbaiknya Silahkan Konsultasikan Dengan Tenaga Kesehatan Kepercayaan Anda.

Pertanyaan :

  1. Sudahkan anda memeriksa kadar asam urat anda?
  2. Sudahkah anda mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang dapat memicu meningkatnya kadar asam urat didalam tubuh?
  3. Sudahkah anda berolah raga secara teratur?

Daftar Pustaka :

Anies. (2016). Ensiklopedia Penyakit. Yogyakarta : PT. KANISIUS

Rosdiana, A.R. (N.Y). Kamus Keperawatan. Bandung: Paramedia.

Fadilah, siti dan adi sucipto. 2018. Analisa faktor yang berhubungan dengan kadar asam urat pada masyarakat dusun demangan wedomartani, ngemplak, sleman, yogyakarta. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta. 5 ( 1 ) : 296 diakses dari https://goo.gl/nrBhE6

Kusumayanti, G.A dkk. 2014. Diet Mencegah Dan Mengatasi Gangguan Asam Urat. Jurnal Ilmu Gizi. 5 ( 1 ) : 69 di akses dari https://goo.gl/aqXczj

Sukarmin. 2015. Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kadar Asam Urat Dalam Darah Pasien Gout Di Desa Kedungwinong Sukolilo Pati. University Research Coloquium. 2 : 95 – 96 di akses dari https://goo.gl/FbpF2M

Dianati, Nur Amalina. (2015). Gout And Hyperuricemia. J Majority. 4 (5) : 83 – 86 di akses dari https://goo.gl/8xyWSu

Susanti dkk. (2015). Pemeriksaan Kadar Asam Urat dan Penyuluhan tentang Penyakit Gout pada Masyarakat di Desa Kalisari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. JPM Ruwa Jurai. 1 ( 1 ) : 64 di akses dari https://goo.gl/mrKVGN

Sumber Gambar : images.google.co.id

Yuk Bersama Wujudkan Gerakan Masyarakat Sehat Dengan Perilaku C.E.R.D.I.K :

  1. Cek Kesehatan Secara Berkala
  2. Enyahkan Asap Rokok
  3. Rajin Aktifitas Fisik
  4. Diet Sehat Dengan Kalori Seimbang
  5. Istirahat Yang Cukup
  6. Kelola Stress Dengan Baik

#KementerianKesehatanRI
#DirektoratP2PTMKemenKesRI
#GerakanMasyarakatSehat
#GERMAS
#DukungGERMAS
#RelawanGERMAS
#CERDIK
#CegahPTM
#AhmadRifaiSKepNs_RelawanGERMAS
#Artikel_Kesehatan
#Artikel_Kesehatan_005
#Artikel_Asam_Urat
#Artikel_Asam_Urat_001

Selasa, 29 Mei 2018
Ahmad Rifa’i, S.Kep, Ns